Kenalan ku seorang “pencuri” , berkomentar tentang film Sang Murabbi yang diterbitkan oleh Majlis Budaya Rakyat (MBR) Indonesia. Sebahagian besar pendokong MBR adalah aktivis yang bergiat di lapangan dakwah. Dari perbualan aku dan mereka (anggota MBR) , aku dapati mereka  adalah insan yang baik. Sikap yang ditonjolkan dari perbualan mencerminkan akhlak yang mulia. Pada aku mereka bukan pembuat film yang murahan! Mereka telah belajar erti besar dakwah. Malahan aku tabik hormat pada MBR kerana berani melaksanakan dakwah di lapangan film, lebih baik dari mereka yang hanya cakap berdegar-degar.

Justeru aku hairan bila ada pencuri yang tidak semena-mena menjadi pengkiritik film yang hebat, mencanang itu dan ini. Lebih membosankan ada juga pengikut pencuri itu bicara tak kalah seorang pengkritik film juga. aduh!

Hingga saat ini tidak ada satu pun karya sebaik itu di Malaysia. Film dakwah yang cuba memberikan satu motivasi baru kepada sesiapa yang mengaku dai’e. Mungkin pencuri dan pengikut-pengikutnya perlu belajar dari ungkapan bernas Ustaz Rahmat Abdullah:

Merendahlah,

engkau kan seperti bintang-gemintang

Berkilau di pandang orang

Di atas riak air dan sang bintang nun jauh tinggi

Janganlah seperti asap

Yang mengangkat diri tinggi di langit

Padahal dirinya rendah-hina

 

(Ust Rahmat Abdullah)